BISNIS BUBUR AYAM

Bagi seorang pemula yang terjun didunia bisnis, pastinya diawali dengan mencoba bisnis kecil-kecillan. Tidak ada yang rugi dan salah dengan bisnis kecil-kecillan itu sendiri. Karena bisnis kecil itu adalah suatu bisnis yang kebanyakan digeluti oleh masyarakat menengah kebawah yang bila melakuninya tidak harus memerlukan modal yang besar.

Dengan ide kreatif dan inovatif bisnis kecil itu bisa dikelola menjadi bisnis besar. Dan tidak ada yang tidak mungkin dalam berbisnis. Selalu ada peluang dibisnis itu sendiri yang mesti dan baik untuk kita ambil.

Sebagai contah… bisnis bubur ayam. Bubur ayam juga merupakan usaha kecil yang banyak kita jumpai. Bisnis kecil-kecillan seperti bubur ayam ini juga menjanjikan dan menguntungkan. Hanya dengan beras yang dibuat menjadi nasi dan kemudian diolah kembali menjadi bubur… sudah tercipta dari sebuah peluang bisnis kecil itu.

Dilihat dari biaya, bisnis bubur ayam tidak memerlukan modal yang besar. Dan bila dilihat dari segi minat serta konsumen pun banyak. Jarang sekali orang yang tidak suka dengan bubur ayam.

Pada bisnis bubur ayam pastinya memerlukan ruang lingkup yang termasuk kedalam bauran pemasarannya. Dimana bauran pemasaran itu terdiri dari apa produk yang hendak dijual, dimana lokasi yang cocok terhadap penjualan produk tersebut, berapa harga yang sesuai dan terjangkau dan tentunya harga itu dapat menarik pelanggan, dan terakhir bagaimana cara mempromosikan produk kita agar laku dipasaran dan dikenal luas oleh banyak orang. Dari semua itu bagaimana bisnis kecil yang kita geluti bisa berkembang naik atau malah turun jadinya.

Bubur ayam pun mencakup dari semua bauran pemasaran tersebut diatas. Bagaimana tidak, jika dilihat dari produknya tentunya sangat jelas, yaitu bubur ayam. Bubur tersebut pastinya tak hanya sekedar bubur, namun ditambah pelengkap pula sebagai cita rasa yang menambah dari bubur itu sendiri. Ditambah dengan pelengkap-pelengkapnya seperti Cakwe, Ayam goreng yang diiris-iris, Seledri, Kacang, Bawang Goreng, Kecap, Kaldu khas buatan sendiri yang mungkin dapat memberikan arti sendiri dan nilai sendiri bagi konsumen terhadap bubur ayam pasaran kita, dan terakhir pelengkapnya ditambahkan dengan kerupuk. Bubur ayam siap saji pun jadi. Dengan semua itu sudah cukup menjanjikan bila kita bisa memberikan cita rasa yang berbeda dengan bubur ayam lain.

Kedua… lokasi dari bubur ayam itu sendiri. Dengan gerobak yang kita peroleh dari sebagian modal yang kita miliki, kita dapat menjajakan bubur ayam kita keliling-keliling jalan.atau bisa juga berjualan didepan rumah bila mempunyai halaman cukup luas dengan konsumen dilingkungan rumah kita sendiri. Dimana pun lokasi itu, yang terpenting adalah tempat itu bisa menjadikan produk bubur ayam kita mudah diperoleh dan tersedia bagi sikonsumen.

Ketiga, dari harga. Harga yang ditawarkan dari bubur ayam kreasi sendiri harus terjagnkau dan dengan harga itu kita dapat menarik simpati pelanggan untuk mencoba bubur ayam yang baru dibuka. Misalnya saja semangkok bubur ayam dihargai Rp 5000 per porsinya. Dengan harga segitu tentunya sudah diperhitungkan masak-masak dari segi keuntungan yang diperoleh nantinya serta bahan-bahan yang akan kembali dibeli bila stock bahan-bahan bubur ayam tersebut habis.

Dan terakhir cara memperomosikannya. Bagaimana memasarkan bubur ayam kita agar dikenal luas oleh banyak orang. Caranya mudah. Setiap membuka bisnis pastinya ada jalan keluar oleh setiap adanya hambatan-hambatan dari bisnis itu sendiri.

Jika kita berjualan bubur ayam itu keliling, pastinya akan ada konsumen-konsumen yang kita jumpai dijalan. Dan dari konsumen-konsumen itu ada sebagian konsumen yang tertarik. Bisa kita promosikan bubur ayam kita dengan memperkenalkan bubur ayam kita dengan teriakan-teriakkan yang menarik pembeli. Seperti.. “bubur.. bubur ayam!!” atau semacamnya yang tentunya bisa menarik perhatian sicalon-calon pembeli itu.

Namun bila dirumah, dengan dilihat tetangga-tetangga pastinya juga sebagian ingin mencoba bubur buatan kita. Dari tetangga-tetangga itulah awal pemasaran bubur ayam itu. Dari mulut kemulut tentunya yang merasa puas dengan dagangan bubur ayam kita, bubur ayam kita pun bisa meluas dan konsumen yang berdatangan pun akan banyak dari mana saja.

Selain itu kita bisa melakukan cara lain yang bisa menarik konsumen. Dengan mengkomunikasikan keistimewaan bubur ayam kita. Mungkin dari segi rasa dan harga yang sebanding dengan rasa tersebut, tentunya untuk meyakinkan mereka agar membeli bubur ayam kita.

Maka bila hal-hal diatas dapat kita terapkan dengan benar sehingga bisnis kita lancar, tidak ada yang tidak mungkin untuk mengembangkan usaha kecil bubur ayam kita menjadi besar. Tapi pandai-pandailah kita sebagai pemilik dan penjual dalam menjalani dan mengelola usaha bubur ayam kita agar laris manis dipasarkan dan pendapatan yang diperoleh pun mengalir, terus berjalan naik dan bertambah kian besar per harinya.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s